SEJARAH DESA JUMPAI
Pada zaman kerajaan Maja Pahit dengan
Maha Patih Gajah Mada. Ia meminta Mpu Kresna Kepakisan untuk datang ke
Bali Rajia dan menjadi Raja di Bali, Karena Beliau memiliki Hubungan
yang baik dan sama-sama Sakti seperti Patih Gajah Mada. Mpu Kresna
Kepakisan mempunyai empat(4) anak:
1. Dalem Dirum menjadi Raja Blangbangan
2. Delem Made Pasuruhan menjadi Raja Pasuruhan
3. Dalem Watu Muter menjadi Raja Sumbawa
4. Dalem Ketut Kresna Kepakisan menjadi Raja Majelangu
Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang menjadi Raja Majelangu menikah
dengan yang bernama Ni Gayatri. Beliau mempunyai anak yang bernama I
Pasek Bon Dalem Samanjaya. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan oleh Patih
Gajah Mada di daulat menjadi Raja Bali Rajia dengan para pengikut Arya
Makabehan juga disertai dengan anak Beliau I Pasek Bon Dalem Samanjaya
yang menjadi Juragan. Pertama kali Beliau datang ke Bali turun di
pasisir desa langkung( Lebih ). Disana Beliau pergi ke utara, tiba di
Samprangan dan menjadi Raja Samprangan. Karena jauh dari samudra sebagai
Nelayan( Mata Pencaharian ) lalu I Pasek Bon Dalem Samanjaya meminta
kepada Raja Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan Untuk mencari tempat di
dekat Pantai. Mulai sejak itu di beri Gelar: I Pasek Bendega Dalem
Samanjaya. Beliau mencari tempat di dekat pasisir Pantai menemukan
tempat yang bernama Cedokan Boga. Di sana leluhur kita pertama tinggal.
tetapi sekian lama tinggal di cedokan boga.I Pasek Bendega Dalem
Samanjaya lagi mencari tempat bergeser ke timur menemukan tempat yang
bernama: Njung Pahit (Jumpai). kemudian bergeser sebelah timur sesuai
dengan posisi Desa Jumpai sekarang. yang terdiri dari lima Banjar
(Dusun): Banjar Jumpai Gunung, Banjar Jumpai Kanginan, Banjar Jumpai
Tengah, Banjar Jumpai Kawanan dan Banjar Jumpai Kekeran. Di karenakan
Berbagai musubah, pada suatu masa itu di desa jumpai mengalami wabah
penyakit hingga menyebabkan Rakyat yang berjumlah 800 orang menjadi 300
orang. Karena banyak yang mati, ada pula yang meninggalkan desa mengalih
ke Badung, Cemagi, Seseh, dan Semawang. Banjar pun menciut dari lima
menjadi dua Banjar sampai sekarang bernama desa Jumpai
Dengan letak Wilayah/ Batas wilayah Desa:
Sebelah Utara: Desa Gelgel
Sebelah Barat: Subak Pegatepan
Sebelah Timur: Tukad Unda
Sebelah Selatan: Segara/ Laut
Demikian ulasan singkat tentang sejarah terjadinya Desa Jumpai