Jumat, 15 Juni 2012

Sejarah Desa Jumpai

SEJARAH DESA JUMPAI

Pada zaman kerajaan Maja Pahit dengan Maha Patih Gajah Mada. Ia meminta Mpu Kresna Kepakisan untuk datang ke Bali Rajia dan menjadi Raja di Bali, Karena Beliau memiliki Hubungan yang baik dan sama-sama Sakti seperti Patih Gajah Mada. Mpu Kresna Kepakisan mempunyai empat(4) anak:
1. Dalem Dirum menjadi Raja Blangbangan
2. Delem Made Pasuruhan menjadi Raja Pasuruhan
3. Dalem Watu Muter menjadi Raja Sumbawa
4. Dalem Ketut Kresna Kepakisan menjadi Raja Majelangu
Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan yang menjadi Raja Majelangu menikah dengan yang bernama Ni Gayatri. Beliau mempunyai anak yang bernama I Pasek Bon Dalem Samanjaya. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan oleh Patih Gajah Mada di daulat menjadi Raja Bali Rajia dengan para pengikut Arya Makabehan juga disertai dengan anak Beliau I Pasek Bon Dalem Samanjaya yang menjadi Juragan. Pertama kali Beliau datang ke Bali turun di pasisir desa langkung( Lebih ). Disana Beliau pergi ke utara, tiba di Samprangan dan menjadi Raja Samprangan. Karena jauh dari samudra sebagai Nelayan( Mata Pencaharian ) lalu I Pasek Bon Dalem Samanjaya meminta kepada Raja Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan Untuk mencari tempat di dekat Pantai. Mulai sejak itu di beri Gelar: I Pasek Bendega Dalem Samanjaya. Beliau mencari tempat di dekat pasisir Pantai menemukan tempat yang bernama Cedokan Boga. Di sana leluhur kita pertama tinggal. tetapi sekian lama tinggal di cedokan boga.I Pasek Bendega Dalem Samanjaya lagi mencari tempat bergeser ke timur menemukan tempat yang bernama: Njung Pahit (Jumpai). kemudian bergeser sebelah timur sesuai dengan posisi Desa Jumpai sekarang. yang terdiri dari lima Banjar (Dusun): Banjar Jumpai Gunung, Banjar Jumpai Kanginan, Banjar Jumpai Tengah, Banjar Jumpai Kawanan dan Banjar Jumpai Kekeran. Di karenakan Berbagai musubah, pada suatu masa itu di desa jumpai mengalami wabah penyakit hingga menyebabkan Rakyat yang berjumlah 800 orang menjadi 300 orang. Karena banyak yang mati, ada pula yang meninggalkan desa mengalih ke Badung, Cemagi, Seseh, dan Semawang. Banjar pun menciut dari lima menjadi dua Banjar sampai sekarang bernama desa Jumpai
Dengan letak Wilayah/ Batas wilayah Desa:
Sebelah Utara: Desa Gelgel
Sebelah Barat: Subak Pegatepan
Sebelah Timur: Tukad Unda
Sebelah Selatan: Segara/ Laut

Demikian ulasan singkat tentang sejarah terjadinya Desa Jumpai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar